SELAMAT DATANG DI BLOG PERPUSTAKAAN SMA XAVERIUS 5 BELITANG // INFORMASI - TELAH DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMA XAVERIUS 5 BELITANG TAHUN PELAJARAN 2025/2026 - ALAMAT : JL. BELITANG-MARTAPURA BK 9, KEC.BELITANG, KAB.OKU TIMUR, SUMATERA SELATAN // INFORMASI HUBUNGI PANITIA PPDB BAPAK GREGORIUS DEDY SETIAWAN,S.Pd (0813-7978-1179), ADMIN PPDB (0851-5085-5618) // DAPAT JUGA MENDAFTAR SECARA ONLINE MELALUI LINK PENDAFTARAN (https://s.id/FormPPDBXavela25-26) // AYO DAFTAR SEKARANG DI SMA XAVERIUS 5 BELITANG BK 9 DENGAN JALUR PILIHAN YAITU JALUR PRESTASI (DAPATKAN BEASISWA PRESTASI) DAN JALUR GELOMBANG 1 (GRATIS SPP 2 BULAN PERTAMA) // SILAHKAN MANFAATKAN LAYANAN YANG TELAH DISEDIAKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA. TERIMAKASIH. SALAM "IN OMNIBUS OPTIMUM" (TERBAIK DALAM SEGALANYA) //
close
Banner iklan disini

Juara 1 dan 3 Vlog Keren Tanpa Rokok

Baca Lebih Lengkapnya Klik Disini

PPDB SMA Xaverius 5 Belitang Tahun 2025/2026

Baca lebih lengkapnya Klik Disini.

Novel Komet

Baca lebih lengkap sinopsis Klik Disini.

Novel Bintang

Baca lbih lengkap sinopsis Klik Disini.

Novel Bulan

Baca lebih lengkap sinopsis Klik Disini.

Novel Peka

Baca lebih lengkap sinopsis Klik Disini.

Novel Ayah

Baca lebih lengkap sinopsis Klik Disini.

Novel Cinta Di Dalam Gelas

Baca lebih lengkap sinopsis Klik Disini.

Tampilkan postingan dengan label Hasil Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hasil Karya. Tampilkan semua postingan

25 Januari 2021

Puisi "Hanya Sebatas Teman" Karya Theresia Puji Lestari (Alumni SMA Xaverius 5 Belitang ) - Perpus SMA Xavela



Profil Penulis

Theresia Puji Lestari itulah namanya. Biasa dipanggil Puji. Puji adalah Siswi alumni SMA Xaverius 5 Belitang Tahun 2020. Saat ini tinggal di desa Sukoharjo yang sebelumnya saat proses pendidikan di SMA Xaverius 5 Belitang tinggal di Asrama Xavela St. Yohanes Don Bosco. Saat ini sedang melanjutkan studi kuliah S1 PGSD di Universitas Katolik Musi Charitas Palembang yang telah masuk melalui jalur Beasiswa Berprestasi.

 

HANYA SEBATAS TEMAN

(Karya : Theresia Puji Lestari)

Jarak,

Bagiku bukanlah yang menghalangi antara aku dan dirimu.

Waktu,

Bagiku bukanlah abad yang menghalangi antara aku dan dirimu.

 

Kita berpijak pada bumi yang sama

Menghirup udara yang setara

Bahkan pada langit yang tak berbeda.

 

Dulu kamu selalu titipkan sejumput kata

Selalu titipkan masa depan dengan sejuta makna

Hingga aku bertanya pada jiwa

Apa aku bisa mempertanggungjawabkannya?

 

Daun yang kering dan menguning

Membuat hatiku semakin hening

Mengheningi rasa yang terpendam pada aroma hati yang kelam

Dan lautan rasa yang dalam

 

Aku harap kamu paham

Tentang sajak yang baru ku sampaikan

Tentang rasa yang tak sepadan.

 

Kepadamu,

Yang pada rasa dan harapan

Kusampaikan maaf teman

Aku mulai nyaman

 

Semoga kamu bahagia

Dengan jarak dan waktu yang sama.

16 Januari 2021

Puisi "Suara Hatiku Saat Aku Sakit" Karya Bernadus Rendi Setiawan - Perpus SMA Xavela

Puisi Suara Hati - Perpus SMA Xavela


Bernadus Rendi Setiawan - Perpus SMA Xavela

Profil Penulis

            Bernadus Rendi Setiawan yang biasa di panggil Rendi adalah siswa kelas XI IPS di SMA Xaverius 5 Belitang. Rendi dilahirkan OKU Timur, 10 Mei 2003 dan tinggal di desa Karang Tengah BK 5 Kecamatan Buay Madang Timur. Motivasi Rendi membuat puisi ini berawal dari sebuah hobinya yaitu membaca dan mengarang cerita sehingga terciptalah puisi ini. Berikut dibawah ini adalah puisi karya Bernadus rendi Setiawan.

 

SUARA HATIKU SAAT AKU SAKIT
Karya : Bernadus Rendi Setiawan

 

Lihatlah dunia

Tawa orang di sana

Sedih tangis di sana

Marah orang juga di sana

Ratapi nasib hidup

Luka dalam pun sakit

 

Jujur aku tidak berdaya

Melihat mereka sedih

Namun apa daya aku

Bukanlah kehendakku

 

Ku tak berdaya

Terbaring dan sakit

Terkadang bangkit

Aku mulai berbohong

Demi mereka bahagia

Senyum mereka aku rindu

 

Jika aku merasakan luka

Mereka bingung mencari solusi

Ketakutan kehilanganku ada di mata mereka

Karna impitan ekonomi

Aku bingung untuk jujur

Aku tak ingin mereka sedih

 

Walau mereka tak jujur

Bahasa tubuh tak pernah menipu

Orang takut dan orang mencintai

Akan terlihat oleh cermin

 

Luka tak tampak

Sakit memang di rasa

Orang menjauhi ku

Mereka tak tahu apa yang terjadi

 

Aku ambil putuskan

Menutup dunia dari mata

Bukan karna aku sakit

Karna ku merasa iri

Aku melihat mereka tersenyum dan tawa

Aku disini menahan sakit dan penuh kebohongan

 

Sempat terpikir untuk berhenti bernapas

Namun niat batal karna mereka

Aku merasakan mereka sedih

Aku mati mungkin mereka akan kehilangan

Dan suatu saat kehidupan mereka akan kembali normal

Dan aku telah tidak menjadi pemeran utama dalam kisah

Aku kuat walau ku tak berdaya

 

 Aku ingin ini segera berakhir entah maut atau kesempatan

Aku ingin yang terbaik

Dalam doa semua ku serahkan pada sang pencipta

Ingin tawa bukan kecemasan

Ingin senyuman bukan ketakutan

Ingin bahagia bukan penderitaan

Bukan kesedihan tapi suka cita

Ingin semua hidup menjadi indah

 

Aku tak tahu,

Ini akan menjadi mimpi bagiku

Atau aku terlibat dalam peran kehidupan ini

Untuk semua dalam Tuhan kupercaya yang terbaik

Kasih kalian untukku kubalas dalam doa.

 

Terima kasih semua

Damai dalam cinta... 

15 Januari 2021

Puisi "Sobat Kenangan" Karya Bernadus Rendi Setiawan - Perpus SMA Xavela

 

Sahabat Kenangan - Perpus SMA Xavela

Bernadus Rendi Setiawan - Perpus SMA Xavela


Profil Penulis

            Bernadus Rendi Setiawan yang biasa di panggil Rendi adalah siswa kelas XI IPS di SMA Xaverius 5 Belitang. Rendi dilahirkan OKU Timur, 10 Mei 2003 dan tinggal di desa Karang Tengah BK 5 Kecamatan Buay Madang Timur. Motivasi Rendi membuat puisi ini berawal dari sebuah hobinya yaitu membaca dan mengarang cerita sehingga terciptalah puisi yang berjudul “Sobat Kenangan” yang menceritakan kenangan indah saat bersama dengan sahabat yang dibalut dengan bebagai rasa dan situasi. Berikut ini adalah puisi karya Bernadus Rendi Setiawan.

 

SOBAT KENANGAN

Karya : Bernadus Rendi Setiawan


Nyala api lilin di tengah kegelapan

Menerangi di saat tersesat jalan

Bermimpi melihat dia tersenyum

Canda tawa riang gembira

 

Teringat kenangan indah

Teringat kenangan bersama

Kenakalan bagaikan bocah

Kebahagiaan terasa ingin menari

Ingatlah dalam pikiran, hati dan jiwa

 

Air menghilangkan dahaga

Gula memberi rasa manis

Warna mempercantik lukisan

Suaramu dulu memotivasiku

 

Halangan kita lalui bersama

Rintangan kita anggap sebagai beban bersama

Badai bukan suatu halangan

Tangismu aku rasa sedih di hati

Tidak ingin rasanya terpisah

 

Entah dunia ini adil atau tidak

Ombak akan menggulung masa lalu

Ingat yang terkenang dan tersimpan

Waktu takdir pemisah antar dua tali terikat

Sudah hilang rupa tidak terlihat di mata

 

Inginku cari kemana semua pergi

Ingin kusimpan dan kukenang

Kata yang terulang dalam kalimat ini

Ditulis tanda, kau sangat berharga dalam hidup ini

 

Kalaku berpisah

Kehilangan suatu berharga

Bukan keluarga maupun saudara

Dia orang yang tidak Aku kenal sebelumnya

Namun ia mengerti tentangku

 

Warna di saat itu pelangi yang indah

Ingat sehabis hujan bumi pun basah

Langit biru mulai tertutup awan

Ini tempat kenangan di gedung itu

Saksi-saksi awal kita berjumpa

Tanah disana yang kita pijak terakhir

 

Langkah kita kini beda

Kita jauh, Kini melihat tak nampak

Dalam manisnya persahabatan

Aku rindu masa itu

Aku mengulang Kalimat itu tanda aku tak lupa

 

Tahukah kini doa adalah yang aku bisa sekarang

Bahagia untukmu

Tak tahu mengapa kita berpisah dan melupa kabar.

Temukanlah sahabat baru

Kejarlah mimpimu, dan jangan lupa tentang aku

Kau dalam ingatanku dan aku berharap demikian.

 

Aku ingat kala itu...


27 Juli 2020

Puisi - DIAM - Karya Ika Rizky Wulandari - Perpus SMA Xavela


DIAM

Diamku membunuhku
Detakku mematikanku
Dirimu membuatku rindu
dan hatiku selalu menyembunyikan itu

Cintaku hanya dalam diam
rasaku bagaikan sudah tenggelam
Semuanya bagai tlah terpatri tajam
Dalam hati hanya bisa mengucap diam

Senyuman itu yang membuatku candu
Kepercayaan diriku itu runtuh karna perasaan itu
Dadaku sesak membayangkan tawa itu
Dan kau tau??
semu itu hanya karna kamu

Aku jatuh cinta
Cinta kepada sang pemilik tawa
Cinta yang slalu membuat aku tergila - gila
Dan itu semua hanya tentang dia

Aku Telah jatuh cinta
Dan itu hanya kepadanya
Mungkin aku terlalu lemah untuk mengutarakannya
Sehingga aku memilih untuk diam dan mengaguminya

Aku benci dengan sikapku
Sikap yang diam bila bertemu denganmu
Aku ingin mengatakan ini kepadamu
Kata "I Love You" yang slalu kusiapkan dalam bibirku

Namun perasaan ini terlalu lemah
Perasaan ini terlalu susah
Jiwaku semakin lemah
dan jantungku juga ikut melemah

Bagiku ini terlalu rumit
Perasaan hati yang sangat sulit
Membuatku merasa sakit
Dan rasanya seperti hati yang terjepit

Kau tau aku selalu memikirkanmu
Memikirkan keadaan sang pangeran hatiku
Aku tak berharap lebih darimu
Hanya kau mau mengerti perasaanku
Dan itu sangat cukup bagiku.

Puisi ini adalah karya asli dari Ika Rizky Wulandari siswi kelas XII di SMA Xaverius 5 Belitang. Menjadi seorang penulis puisi dan karya tulis adalah tujuan utama dari Ika Rizky Wulandari. bukti tekat bulatnya ini terus dikembangkan dengan membuat karya karya tulis kecil yang pastinya akan lebih menguatkan keinginannya.


#puisi
#hasil karya
#novel
#fiksi
#non fiksi
#sma xaverius 5 belitang
#perpustakaan sma xaverius 5 belitang
#perpus sma xavela
#perpustakaan
#perpus
#perpusatakaan sma
#artikel
#e-library
#informasi anggota perpustakaan
#anggota perpus
#belitang

Puisi - Tentang Rasa - Karya Gomgom Sri Uliana - Perpus SMA Xavela



Tentang Rasa

Dipintu kantin sekolah
awal pertama kali kita bertemu
tanpa kusadari kau berada disampingku
lalu mata kitapun saling beradu pandang
ada getaran yang kurasa
menyentak dihati sanubari
            sejak saat itu
            tak sekejap matapun dapat ku lupakan
            tiap detik, tiap menit, tiap jam
            bayanganmu selalu menemaniku
            hati selalu resah
            jika tidak bertemu denganmu
setelah sekian lama ku pendam rasa
akhirnya aku tak sanggup
dengan segala kekurangan yang ada
aku mencoba untuk menyapamu, mengenalmu
            ketika malam sunyi menemaniku
            hanya ada bulan dan bintang yang menjadi saksi sepiku
            kucoba merangkai kata
            kucoba tuk mencurahkan rasa
melalui goresan pena
ku ungkapkan apa yang ada dihatiku
ku hara engkau tau
ku harap engkau mengerti
            matamu, rambutmu
            selalu menghantuiku
            senyumanmu
            seindah bunga yang sedang bermekaran
ku harap engkau tau
tentang sebuah rasa
rasa yang ingin memilikimu
saat ini, sekarang bahkan selamanya.

Kisah singkat :
Waktu itu aku yang baru polos-polosnya masuk di kehidupan baru yang berawal dari putih biru dan kini putih abu-abu, aku serasa mendapatkan suatu siraman hal baru dalam hidupku. hari hariku semakin terwarnai dan tergores hingga aku bertemu dengan seorang yang sangat aku idam idamkan disebuah kantin kecil sekolahku. aku sapa iapun menjawabku. sungguh senang hatiku seperti terbang diangkasa luas yang tiada batasnya. tiap hari, tiap detik dan tiap menit aku hanya bisa tersenyum membayangkan ketampanannya yang akhirnya membuat hatiku meleleh tak berdaya. ingin rasa dan hati ini memilikinya. tetapi, rasa takut menghantui hidupku "apakah dia mau denganku?". lama terpendam rasa itu tapi aku tetap tak berani untuk mengutarakannya pada dia sang impian hati. hingga akhirnya samapai saat ini dia hanya jadi sebuah "RASA" yang hadir dalam kehidupanku di puti abu-abu.

Puisi ini adalah karya dari Gom Gom Sri Uliana Br. Siagian siswi kelas XII MIPA di SMA Xaverius 5 Belitang yang mana puisi ini adalah hasil dari ajang membuat puisi bertemakan "Sepucuk Surat Cinta"


#puisi
#hasil karya
#novel
#fiksi
#non fiksi
#sma xaverius 5 belitang
#perpustakaan sma xaverius 5 belitang
#perpus sma xavela
#perpustakaan
#perpus
#perpusatakaan sma
#artikel
#e-library
#informasi anggota perpustakaan
#anggota perpus
#belitang

Puisi - Surat Yang Tersembunyi - Karya Birgita Hana Pertiwi Panjaitan - Perpus SMA Xavela

SURAT YANG TERSEMBUNYI

Bagi nama yang tersimpan dalam dada
Kutulis ungkapan cinta tanpa suara
Dalam goresan tinta kutuliskan segenap rasa dalam kata
kusimpan semua misteri hati ini dalam dada
mungkin aku lemah untuk mengutarakannya

Terkadang aku merasa gila
Bingung dengan sebuah kata cinta
Terjebak diam dalam sebuah rasa
Sehingga ku terpaku dalam sebuah asmara

Oh... andai kau tau
Ku selalu bermimpi bagaikan ratu dan raja
berhayal kelak seperti ayah dan ibunda
Bersatu tanpa ada kata pisah
Mungkinkah itu terjadi untuk kita berdua?

Bingung rasanya...
Cinta ini menyakitkan jiwa
Cinta terpendam selalu lebih menyesakan dada
Hanya dalam diam ku dapat mengelabuhinya

Takut kuungkapkan rasa
Entah benar ataupun salah
Ku hanya dapat menyimpan rasa
Cinta terpendam dalam jiwa

Jika masih ada waktu yang tersisa
Dan andai aku seorang pria
Kan ku ungkapkan sebuah kata
"Maukah kau bersamaku selamanya...?"

Puisi ini dibuat oleh siswi yang bernama Bir Gita Hana Pertiwi Panjaitan salah satu siswi dari SMA Xaverius 5 Belitang. Puisi ini dibuat dalam rangka ajang mengais ilmu cipta puisi di Perpustakaan SMA Xaverius 5 Belitang dan termasuk hasil puisi terbaik dalam tema "Sepucuk Surat Cinta". Bir Gita Hana Pertiwi Panjaitan lahir di Simpang Jambu, 13 Agustus 2001 dan pada saat ini ia duduk di kelas XII MIPA.
Puisi ini di ciptakan oleh Bir Gita Hana Pertiwi Panjaitan yang adalah hasil karyanya sendiri yang diambil dari kisah hidup nyata kesehariannya dalam mengarungi sebuah masa-masa asmara di Putih Abu-abu terutama tentang ungkapan rasa yang sampai akan lulus inipun belum tercapai dengan yang telah di idam-idamkan.

#puisi
#hasil karya
#novel
#fiksi
#non fiksi
#sma xaverius 5 belitang
#perpustakaan sma xaverius 5 belitang
#perpus sma xavela
#perpustakaan
#perpus
#perpusatakaan sma
#artikel
#e-library
#informasi anggota perpustakaan
#anggota perpus
#belitang

Puisi - Cinta Beda Agama - karya Maria Dini Pebrianti - Perpus SMA Xavela

CINTA BEDA AGAMA

Ini tentang sebuah rasa dan kenyataan
Aku mencintai seseorang
Namun kami beda keyakinan
Kami berbeda,
Karena Tuhan kita tak sama
            Disaat aku pergi ke Gereja
            Untuk meryakan perjamuan Tuhan
            Dan kau pun pergi ke Pura
            Untuk hari raya galungan
Aku percaya,
Engkau pun cinta
Tapi kenapa kita tak bisa bersama
Untuk memadu cinta
Apa mungkin karena kita berbeda
Seharusnya kita bersama
Dan bersatu karna cinta
            Sudah cukup lama aku berjalan
            Menyimpan semua rasa dan perasaan
            Saat kita tak bisa bersama
            Karena kita berbeda keyakinan
            Kenapa kita harus dipertemukan
            Jika hanya berujung perpisahan
Nyatanya...
Kita tak bisa bersama
Untuk berbagi rasa
Cinta hanya mempertemukan kita
Tetapi tidak menyatukan
Kenapa agama harus menjadi penghalang
Yang akhirnya tak melekat
Semuanya akan slalu aku ingat
Kau dan aku nyatanya
Dulu pernah dekat.

Puisi ini dibuat oleh siswi yang bernama Maria Dini Pebrianti salah satu siswi dari SMA Xaverius 5 Belitang. Puisi ini dibuat dalam rangka ajang mengais ilmu cipta puisi di Perpustakaan SMA Xaverius 5 Belitang. Maria Dini Pebrianti lahir di OKU Timur, 10 Februari 2002 dan pada saat ini ia duduk di kelas XI.
Puisi ini di ciptakan oleh Maria Dini Pebrianti yang adalah hasil karyanya sendiri yang diambil dari kisah hidupnya terutama dalam mengarungi gejolak cinta di masa Putih Abu-abu ini.


#puisi
#hasil karya
#novel
#fiksi
#non fiksi
#sma xaverius 5 belitang
#perpustakaan sma xaverius 5 belitang
#perpus sma xavela
#perpustakaan
#perpus
#perpusatakaan sma
#artikel
#e-library
#informasi anggota perpustakaan
#anggota perpus
#belitang